no fucking license
Bookmark
Iklan

Petaka Liburan

“Jangan.. Jangan.. Di dalam!!” teriakku panik, dia memelukku sekuat-kuatnya saat kurasakan cairan larva putih miliknya memenuhi liang rahimku. Hari itu aku benar-benar diperkosanya. Hilanglah sudah kegadisanku yang selama ini selalu kujaga. Saat itu aku merasa sangat marah, malu dan terhina."
-- Blurb --
Informasi Cerita :

Judul Cerita

Penulis

Total Chapter

Hak Akses

Hanya Untuk

:    Petaka Liburan

:    elngprtma

:    4 Chapter

:    Member Eksklusif

:    DEWASA!

DISCLAIMER!

Cerita ini hanya sebuah karangan belaka. Dengan ini kami menganggap pembaca adalah benar sudah DEWASA dan mampu mempertanggung-jawabkan pilihan bacaannya sendiri. Semoga semesta menjadi saksi, bahwa kami sudah sangat serius berusaha untuk mengingatkan.

FeatureImage

Bab 1 – Penculikan

Nama saya Kenya, saya adalah seorang karyawati di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, usia saya 21 tahun, banyak teman-teman kantor yang bilang bahwa saya beruntung terlahir cantik. Mempunyai kulit putih dengan tubuh sintal dan buah di dada yang lumayan besar, rambut lurus panjang sebahu. 

Saya mempunyai darah belanda dari kakek, ibu saya keturunan jawa. Tapi saya tidak peduli dengan kecantikan yang saya miliki, karena saya lahir dari keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, makanya sampai saat ini saya belum pernah sekalipun berhubungan badan dengan siapapun, termasuk dengan pacar saya sendiri. 

Saya mempunyai 2 orang sahabat yang sangat baik dan setia, yang pertama, Luna, dia yang paling muda di antara kita, umurnya baru 19 tahun, asalnya dari manado. Orangnya memang agak tomboy, cantik walaupun kulitnya agak sedikit gelap, tapi dia mempunyai tubuh yang seksi berbentuk seperti biola.

Sahabatku yang ke dua, Maya. Manado tulen juga, umurnya sekitar 20 tahun, dia yang paling cantik di antara kita bertiga, kulitnya putih dan bersih, wajahnya imut dan kekanak kanakan. 

Tapi dia sangat benci kalau dianggap masih anak anak, makanya dia memotong rambutnya sampai sebatas leher, supaya wajahnya terlihat lebih dewasa. Tapi justru dengan rambut pendeknya itu, leher jenjangnya malah terlihat dengan jelas. Menurutku dia lebih terlihat menarik dengan rambut panjangnya. 

Tubuhnya sangat sexy dengan tinggi sekitar 168 dan berat 55 kg, tangannya putih mulus di tumbuhi dengan bulu-bulu halus, kakinya panjang dan jenjang, apalagi jika dia sedang mengenakan pakaian yang minim dan rok pendek, mata lelaki tidak akan segan-segan berputar ke arahmya. Walaupun bukit kembarnya agak sedikit kecil, tapi Maya memang yang paling cantik di antara kita bertiga.

Singkat cerita kami bertiga berencana berlibur ke luar kota untuk melepas stress di kota karena selalu berkutat dengan kesibukan kami masing-masing, kami berencana untuk menikmati suasana pantai di Anyer, dengan pertimbangan kami tidak perlu repot-repot menyewa villa di anyer, karena Maya mempunyai villa di sana dan kebetulan Tantenya juga akan berlibur ke sana bersama dengan saudara suaminya.

Berangkatlah kami pada hari yang telah kami tetapkan bersama dengan menumpang opel blazer ku, tiga jam kami menempuh perjalanan Jakarta-Anyer, setelah lelah di perjalanan akhirnya sampailah kami di villa milik Maya yang Maya sendiri hampir lupa tempatnya, rupanya Tante Leni, Tantenya Maya bersama saudaranya sudah menunggu kedatangan kami.

Tante Leni saat itu sedang menggunakan pakaian santai, dengan atasan kaos oblong di padu dengan rok pantai yang belahannya sampai sebatas paha. Kulit Tante Leni sangat putih dan mulus sama seperti Aku dan Maya, hanya saja postur tubuh Tante Leni lebih tinggi, wajahnya sangat cantik, hampir menyamai kecantikan yang di miliki Maya.

“Hai, maaf telat habis tadi sempat nyasar” jawabku sekenanya menyambung pembicaraan mereka, setelah ngobrol cukup lama, kami pun mulai membuat acara untuk liburan kami di anyer ini, saya kebagian jatah belanja bahan bahan makanan bersama dengan saudaranya Maya.

Namanya Leslie, usianya sama dengan Maya, bertubuh sintal dan padat, tapi menurutku lebih cocok kalau di katakan montok. Kulitnya kuning langsat dan wajahnya manis dengan rambut lurus sebatas bahu, sekilas aku melirik ke arah dadanya, payudaranya terhitung besar untuk seusia dia mungkin sekitar 36 b, sedikit lebih besar dari buah dadaku.

Setelah berbagi tugas dan berganti pakaian aku dan Leslie berangkat ke pasar terdekat untuk belanja barang-barang yang diperlukan dan semuanya harus lengkap karena saya tidak mau bolak balik ke pasar hanya karena ada barang yang kelupaan di beli. Saat itu saya hanya mengenakan pakaian santai berupa rok biru sebatas paha dan kaos blong tipis, Leslie malah tampil lebih berani dengan hanya memakai rok tipis pendek dengan t’shirt u can see merah. Dia terlihat sangat cantik dengan pakaian seperti itu.

Waktu sudah menunjukan pukul lima saat tiba-tiba opel blazer yang ku kemudikan oleng dan hampir menabrak pembatas jalan, untungnya aku sigap menginjak pedal rem dan dengan perlahan kupinggirkan mobilku ke tepi jalan.

“Kenapa, kak?” seru Leslie terlihat panik.

Aku bergegas turun dari mobil, ternyata ban depan sebelah kiri ku kempes, aku sempat panik karena aku bingung bagaimana caranya mengganti ban itu dengan hanya mengandalkan tenaga dua orang perempuan. Pada saat itu tiba-tiba muncul dua orang laki-laki, menawarkan bantuan untuk mengganti ban mobilku. Aku tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran dua orang itu karena hari sudah menjelang sore. Selesai ban mobilku di ganti oleh mereka aku mengucapkan terima kasih seraya berjalan ke arah pintu depan mobilku untuk mengambil uang sebagai tanda terima kasih, saat tiba-tiba aku merasakan ada tangan kasar yang memeluk tubuhku dan membekap mulutku, aku kaget dan berusaha berontak tapi kurasakan tubuhku tiba-tiba lemas dan mataku berkunang kunang. Akhirnya aku tak sadarkan diri.

Aku kaget bukan kepalang saat aku siuman dengan mata yang masih berkunang kunang kulihat buah di dadaku sebelah kiri sedang di isap dengan buas oleh salah satu orang yang menolongku tadi sementara buah dadaku yang sebelah kanan pun tak luput dari remasan tangannya. Posisiku terlentang dengan kedua tangan di ikat di ujung sebuah ranjang, kaos oblong tipisku entah di mana, bra ku sudah melorot sebatas perut saat orang itu menyingkapkan rok pendekku dan berusaha menarik celana dalamku.

“Jangan!!.. Lepaskan.. Jahanam kamu.!!. Lepaskan..” teriakku sambil meronta dan menangis sejadi jadinya.

“Diam! Jangan cerewet ... kalau tidak, gua bunuh loe…” bentak orang itu sambil tetap berusaha menarik lepas celana paling dalamku. “Brett..” Celana dalamku berhasil direnggutnya dengan paksa. Kini area kewanitaanku yang selama ini selalu kurawat sudah terbuka lebar. Aku merasakan tangan pemuda itu menjamah kewanitaanku yang berbulu cukup lebat itu dengan penuh nafsu.

Kemudian orang itu membuka kedua kakiku yang putih mulus dan jenjang yang aku katupkan sebagai pertahanan terakhir dan mulai mengarahkan batangnya ke lubang area kewanitaanku.

“Jangan pak.. Saya mohon, saya masih perawan.. Tolong lepaskan saya..” teriaku putus asa.

“Aaarrhh! Jangann.. Sakitt.. Lepaskan.. Jahanamm!” Aku berteriak panik sambil kulejang-lejangkan kakiku, tapi itu malah membuat batang kelelakiannya semakin menyeruak masuk ke dalam celah sempit milikku yang belum pernah di sentuh oleh laki-laki manapun.

Dreet.. Dreet kurasakan selaput daraku robek saat orang itu menyodokkan kemaluannya hingga amblas seluruhnya.

“Sakitt.. Lepaskan” desahku sambil kulempar kepalaku ke kiri dan ke kanan menahan sakit dan perih yang tak terkira yang melanda sekujur tubuhku.

“Sakitt.. tolong.. hentikann..” jeritku meratap, tapi orang itu sepertinya tidak peduli dengan jeritan dan tangisanku.

Dia tetap melakukannya, memompa area kewanitaanku dengan ganas sambil tangannya memegangi tanganku dan mulutnya tak henti hentinya menjilati buah dadaku. Saat tiba-tiba dia berhenti dan melenguh keras, aku sadar dia akan mengeluarkannya di dalam saluran rahimku.

“Jangan.. Jangan.. Di dalam!!” teriakku panik, dia memelukku sekuat-kuatnya saat kurasakan cairan larva putih miliknya memenuhi liang rahimku. Hari itu aku benar-benar diperkosanya. Hilanglah sudah kegadisanku yang selama ini selalu kujaga. Saat itu aku merasa sangat marah, malu dan terhina. 


---------   Batas Preview    ---------


Maaf, cerita terkunci!

Khusus Member

PAKET EKSKLUSIF

Sepertinya kamu belum memiliki akun. Registrasi dulu, yuk!

Dapatkan Hak Akses Eksklusif untuk membuka SEMUA judul cerita yang terkunci.

Login / Registrasi

Maaf, kamu belum memiliki
Hak Akses Eksklusif.
Silahkan berlangganan terlebih dahulu.

Akun Kamu
*Info ini hanya kamu yang lihat
-
Paket: -

Masa Aktif : -

Klik tombol di bawah ini

Langganan Paket
Paket Eksklusif Sudah Berakhir 💔

Maaf, masa aktif Paket Eksklusif yang kamu miliki sudah berakhir.


Akun Kamu
*Info ini hanya kamu yang lihat
-
Paket: -

Masa Aktif : -


Silahkan berlangganan kembali.

Langganan Paket

Maaf, paket eksklusif hanya dapat diakses oleh member yang berlangganan PAKET EKSKLUSIF. Paket kamu saat ini adalah Silakan berlangganan paket eksklusif untuk mengakses cerita ini. Terima kasih.